Detail Cantuman Kembali

XML

HUBUNGAN LEBAR MESIODISTAL GIGI TERHADAP OVERBITE PADA PASIEN RSGM UNJANI Pengukuran Menggunakan American Board of OrthodonticsDiscrepancy Index (ABO-DI)


ABSTRAK
Oklusi adalah kontak antara gigi geligi atas dan gigi geligi bawah yang merupakan satu aspek
yang sangat penting dan memiliki peran besar dalam proses pengunyahan, penelanan, serta
berbicara. Hubungan pada saat oklusi normal salah satunya dipengaruhi oleh overbite yaitu
jarak vertikal tepi insisal insisif rahang atas ke tepi insisal insisif rahang bawah. Salah satu
faktor yang dapat mempengaruhi agar terciptanya oklusi normal, yaitu keseimbangan antara
ukuran lebar mesiodistal gigi rahang atas dengan rahang bawah. Lebar mesiodistal gigi adalah
jarak antara permukaan mesial dan distal gigi. Kesesuaian ukuran lebar mesiodistal gigi-gigi
rahang atas dan rahang bawah sangatlah penting agar tercipta oklusi yang baik, untuk itu dapat
dilakukan analisis dengan menggunakan model studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan lebar mesiodistal gigi terhadap overbite dengan ABO-DI pada pasien RSGM Unjani.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan subjek penelitian sampel
model studi awal dari pasien yang akan dilakukan perawatan ortodonti lepasan di RSGM Unjani
Cimahi sebanyak 63 model studi. Hasil penelitian ini yaitu perempuan lebih banyak mengalami
maloklusi dengan presentase 77,78%, gigi yang paling banyak memiliki ukuran mesiodistal
yang sesuai dengan ukuran mesiodistal normal adalah gigi insisif sentral dan lateral rahang atas,
ukuran overbite terbanyak ialah normal dengan persentase 53,97%, serta terdapat hubungan
antara lebar mesiodistal gigi dengan overbite yaitu pada gigi insisif sentral kiri rahang atas dan
insisif lateral kiri rahang bawah.
Kata kunci: Mesiodistal gigi, oklusi, overbite
040/PSKG/2019
NONE
Text
Indonesia
2019
Cimahi
LOADING LIST...
LOADING LIST...