Detail Cantuman Kembali

XML

PERBANDINGAN DAYA ALIR NANO KALSIUM HIDROKSIDA PROTOTYPE DENGAN KALSIUM HIDROKSIDA KONVENSIONAL SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PERAWATAN ENDODONTIK


ABSTRAK
Ca(OH)2 merupakan bahan yang digunakan untuk perawatan endodontik yang dapat
menginduksi deposisi jaringan keras dan mempercepat penyembuhan jaringan pulpa
vital maupun nonvital karena memiliki pH basa. Di daerah Palimanan, Cirebon, Jawa
Barat merupakan penghasilkan batu kapur terbesar yang dapat dimanfaatkan sebagai
bahan Ca(OH)2. Bubuk Ca(OH)2 membutuhkan pelarut agar berbentuk pasta sehingga
mudah diaplikasikan. Pasta yang dihasilkan harus memiliki daya alir yang sesuai untuk
perawatan endodontik. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan daya alir nano
Ca(OH)2 prototype dengan Ca(OH)2 konvensional menggunakan bahan pelarut
aquades, propylene glycol dan polyethyleneglycol pada rasio 0,50; 0,75 dan 1,00
sebagai alternatif bahan perawatan endodontik. Sampel pada penelitian ini terdiri dari
18 kelompok yaitu nano Ca(OH)2 prototype dan Ca(OH)2 konvensional masing-masing
diberi bahan pelarut aquades, propylene glycol (PG) dan polyethyleneglycol (PEG)
dengan rasio 0,50; 0,75 dan 1,00 dengan analisis One Way Anova. Penelitian ini
dilakukan dengan mengukur luas sebaran permukaan pasta semen yang diberi beban
sesuai dengan metode standar internasional ISO1566 untuk semen seng fosfat. Luas
sebaran area permukaan diukur menggunakan program komputer NIH Image J dalam
satuan cm2
. Hasil yang didapatkan pada semua kelompok nano Ca(OH)2 prototype
memiliki daya alir yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok Ca(OH)2
konvensional. Pada kelompok nano Ca(OH)2 prototype dengan bahan pelarut PG pada
semua rasio menghasilkan daya alir yang paling baik. Kombinasi bahan ini diharapkan
dapat dikembangkan sebagai alternatif bahan endodontik yang lebih baik dibandingkan
Ca(OH)2 konvensional.
Kata kunci: Batu kapur, daya alir, kalsium hidroksida, luas sebaran area permukaan
036/PSKG/2019
NONE
Text
Indonesia
2019
Cimahi
LOADING LIST...
LOADING LIST...