Detail Cantuman Kembali

XML

PERBANDINGAN DAYA HAMBAT CAIRAN IRIGASI EKSTRAK ALOE VERA (ALOE BARBADENSIS MILLER) 80% DAN SODIUM HYPOCLORITE 2% TERHADAP ENTEROCOCCUS FAECALIS


ABSTRAK
Aloe barbadensis Miller merupakan jenis tumbuhan aloe vera yang paling banyak
jenisnya dan tersebar luas di Indonesia. Tumbuhan ini diketahui mempunyai banyak
zat aktif seperti tanin, alkaloid, antrakuinon, saponin dan flavonoid yang mampu
bekerja sebagai bahan antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya hambat
dari ekstrak aloe vera (Aloe barbadensis Miller) dengan konsentrasi 80% terhadap
bakteri Enterococcus faecalis. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian
eksperimental murni dengan objek penelitian bakteri Enterococcus faecalis yang
telah dibiakan pada media agar MHA (Mueller Hinton Agar). Penelitian dilakukan
dengan mengukur zona bening di sekitar paper disc pada 9 media MHA yang telah
diberi ekstrak aloe vera 80% sebagai kelompok perlakuan, sodium hypoclorite 2%
sebagai kelompok kontrol positif dan aquades sebagai kelompok kontrol negatif yang
diinkubasi 24 jam menggunakan jangka sorong dengan satuan millimeter. Data zona
hambat dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Independent T-Test. Hasil
penelitian pada uji normalitas pada data diukur menggunakan uji Chi-Square di
dapatkan hasil p > 0,05 yang berarti distribusi adalah normal dan uji perbandingan
zona hambat ekstrak aloe vera 80% dan sodium hypoclorite 2% menggunakan uji
Independent T-Test di dapatkan hasil perbedaan yang signifikan rerata antar
perlakuan pada ekstrak aloe vera 80% sebesar 0,71 mm sedangkan sodium
hypoclorite 2% 7,92 mm. Penelitian ini menunjukan bahwa sodium hypoclorite 2%
memiliki daya antibakteri yang lebih baik daripada ekstrak aloe vera 80%.
Kata Kunci: Aloe vera, Aloe barbadensis Miller, Enterococcus faecalis, zona
hambat
035/PSKG/2019
NONE
Text
Indonesia
2019
Cimahi
LOADING LIST...
LOADING LIST...